Membatik dengan Daun, Ecoprint Tumbuhkan Ekonomi Kreatif di Kota Metro

Membatik dengan Daun, Ecoprint Tumbuhkan Ekonomi Kreatif di Kota Metro

Ragah. com, Kota Metro – Di tangan-tangan kreatif apa saja bisa dijadikan sebuah karya, termasuk dedaunan sekalipun. Seperti yang dilakukan Linda (35) warga Kelurahan Yosodadi Kecamatan Metro Timur yang menggunakan daun untuk membatik.

Teknik membatik ini dinamakan Ecoprint, yaitu dengan memindahkan warna daun ke bahan kain sekaligus menjadikan daun tersebut sebagai motif batik.

“Sebenarnya cara membatik ini bukan asli dari Indonesia ya, tetapi dari eropa. Di Indonesia sendiri baru tiga sampai empat tahun ini berkembang,” kata Linda saat dikonfirmasi, Sabtu (28/09/2019).

Linda mengaku awalnya mendapat ilmu membatik Ecoprint dari pelatihan yang diadakan oleh Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama). Karena menggunakan bahan yang alami, dirinya tertarik untuk membuat Ecoprint di Kota Metro.

“Sudah cukup lama mas sekitar tiga tahunan. Kalau batik ciprat, batik tulis kan sudah biasa ya. Kebetulan Ecoprint inikan tidak menggunakan bahan kimia,” katanya.

Membatik dengan Daun, Ecoprint Tumbuhkan Ekonomi Kreatif di Kota Metro 2
Linda saat mengajarkan pembuatan ecoprint. Foto: Ragah.com

Bahan untuk membuat Ecoprint cukup mudah, untuk kain bisa menggunakan sutra atau katun, kemudian berbagai macam dedaunan, seperti daun ketapang, jarak, daun jati dan lainnya, juga bisa digunakan. Sedangkan untuk bahan penunjang, menggunakan cuka, tawas maupun tunjung.

Daun-daun tersebut, sambung Linda, akan mengeluarkan warna yang berbeda-beda, seperti daun jati bisa mengeluarkan warna merah dan ungu tergantung dari cara metik daun tersebut, daun lanang bisa menghasilkan warna kuning dan ranting daun lanang bisa juga dijadikan motif pada bahan.

Selanjutnya, daun ketapang dan daun jarak mengeluarkan warna hijau kecoklatan. Dan di bahan sutra warna-warna daun tersebut akan cenderung lebih terang.

“Tapi itu tergantung treatmentnya. Kalau menggunakan tawas dan cuka akan cenderung mengeluarkan warna asli. Kalau menggunakan tunjung akan mengeluarkan warna lebih gelap,” jelasnya.

Pembuatan Ecoprint, yakni bahan kain harus dimordan atau menghilangkan zat lilin yang menempel di kain sekaligus membuka pori-pori kain agar warna daun bisa meresap maksimal di kain tersebut. Mordan ini, yakni dengan merendam bahan kain dalam tawas 15 sampai 30 menit.

Selanjutnya, daun-daun yang telah disiapkan ditempelkan ke bahan kain yang telah mordan, lalu dikukus selama dua jam.

“Setelah dikukus baru diangin-angin kan selama tagi hari. Setelah itu baru dilakukan fiksasi atau mengunci warna, kalau tidak dilakukan fiksasi warna bisa luntur kalau dicuci. Proses fiksasi ini cukup dicelupkan ke tawas,” katanya lagi.

Kemudian, imbuh dia, setelah proses fiksasi, kain tersebut kembali dikeringkan namun di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung.

“Itu cara yang pertama. Cara kedua bisa langsung menempelkan daun ke kain kemudian dipukul-pukul sesuai bentuk daun itu. Setelah selesai baru dilakukan proses fiksasi,” paparnya.

Ia menambahkan, pihaknya selama ini memasarkan Ecoprint secara online, dan yang paling banyak memesan justru dari Surabaya dan Jakarta.

“Nama produknya Jan Ayu. Saya memang memasarkannya lewat online. Di Lampung cukup banyak mas. Kalau harga dari yang termurah itu Rp. 100 ribu sampai Rp. 475 ribu. Tergantung dari kain apa,” tambahnya.

Terpisah, Kabid Ekonomi Kretif pada Disporapar Kota Metro, Verizha menuturkan, Ecoprint sudah sering dilibatkan di event seperti fashion week, Lampung Fair 2018 dan Lampung Fair 2019.

“Jadi waktu itu kita ingin menampilkan sesuatu yang unik dari Kota Metro pada event fashion week di Bandar Lampung. Kita cari ketemulah Ecoprint ini. Dari situ kita sering libatkan di event. Saat di Lampung Fair itu laku keras Ecoprint ini,” tuturnya.

Ia menambahkan, ke depan pihaknya akan melakukan pembinaan kepada masyarakat Kota Metro untuk membuat Ecoprint agar tumbuh ekonomi kreatif di Kota Metro.

“Iya, selain tumbuh ekonomi kreatif dengan mereka bisa membuat Ecoprint harapannya bisa menambah penghasilan masyarakat Kota Metro,” tambahnya. (RG4)

Untuk Berbagi, Klik Tombol Di Bawah Ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *