Polsek Pugung Limpahkan Tersangka Pencabulan Anak Penyandang Disabilitas ke Kejaksaan

Polsek Pugung Limpahkan Tersangka Pencabulan Anak Penyandang Disabilitas ke Kejaksaan

Ragah.com, Pugung – Seorang tersangka pencabulan terhadap anak di bawah umur yang juga penyandang disabilitas berinisial AP (45) dilimpahkan Polsek Pugung Polres Tanggamus ke Kejaksaan Negeri Cabang Tanggamus di Talang Padang.

Pelimpahan tersebut berdasarkan Surat Kejari Tanggamus Nomor : B- 589 /L.8.19./Eku.1/11/2020, Tanggal 13 November 2020, perihal pemberitahuan hasil penyidikan tersangka AP telah lengkap atau P21.

Selian itu, pelimpahan tersangka itu juga sebagai tindak lanjut dengan ketentuan pasal 8 ayat 3 (b), pasal 138 ayat (1) dan pasal 139 KUHAP tentang penyidik menyerahkan tanggungjawab tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan guna proses persidangan.

Kapolsek Pugung Polres Tanggamus Ipda Okta Devi, SH. MH mengungkapkan, tersangka dilimpahkan bersama barang bukti jaksa penuntut umum (JPU) Cabjari Tanggamus di Talang Padang, Senin (16/11/20).

“Tersangka dilimpahkan ke Cabjari Talang Padang, siang tadi pukul 10.30 Wib,” ungkap Ipda Okta Devi mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, SIK.

Ipda Okta Devi menjelaskan, AP yang berstatus bujangan itu sebelumnya ditangkap atas persangkaan pencabulan terhadap korban di bawah umur dan yang masuk kategori disabilitas.

Dari penangkapan itu terungkap, tersangka telah 3 kali melakukan perbuatan terhadap korbannya bernisial AG (16) tetangganya sendiri yang merupakan warga Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus.

Adapun pencabulan dilakukan tesangka dimulai dari bulan April 2020 meliputi lokasi di dalam rumah, di kebun dan di belakang rumah.

Dari hasil pemeriksaan dokter diketahui, korban dalam kategori disabilitas lambat dalam berfikir juga belum dapat memakai pakaian sendiri dan hasil pemeriksaan dokter kandungan korban dinyatakan hamil dengan usai kandungan 4 bulan.

“Tersangka ditangkap pada Senin (3/8/20), atas dasar laporan ibu korban yang curiga terhadap kondisi korban yang prilakunya sedikit berbeda,” jelasnya.

Ditambahkannya, adapun pencabulan terkahir yang dilakukan tersangka terjadi pada 13 Juni lalu sekitar pukul 22.00 WIB, saat itu korban akan main ke rumah tetangganya. Lalu korban dipanggil oleh pelaku.

Setelah korban sampai di rumah pelaku, korban diajak masuk ke rumah pelaku, terus diajak masuk ke dalam kamar. Lantas tersangka melakukan pencabulan terhadap korban. Setelah itu korban disuruhnya pulang melalui pintu belakang.

Kemudian korban ditemukan oleh saksi Supratman dan korban bercerita yang dialaminya. Setelah itu saksi mengantarkan korban pulang ke rumahnya.

“Akibat kejadian tersebut korban mengalami trauma psikis dan selanjutnya pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pugung,” ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 76D junto pasal 81 ayat (2) UU no 17 tentang penetapan pemerintah pengganti UU no 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Tersangka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya. (*)

Untuk Berbagi, Klik Tombol Di Bawah Ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *